Sering Kesiangan Sholat Subuh?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Jangan jadikan shalat subuh kesiangan menjadi kebiasaan.

قَالَ وَأَمَّا قَوْلُهَا بِأَنِّي لَا أُصَلِّي حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَإِنَّا أَهْلُ بَيْتٍ قَدْ عُرِفَ لَنَا ذَاكَ لَا نَكَادُ نَسْتَيْقِظُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ قَالَ فَإِذَا اسْتَيْقَظْتَ فَصَلِّ


Shafwan berkata, "Adapun perkataannya bahwa aku tidak shalat subuh kecuali setelah terbitnya matahari, karena kami adalah keluarga yang terkenal selalu bangun kesiangan." Maka beliau bersabda: "Apabila kamu sudah bangun maka segeralah melaksanakan shalat."
(Hadits Riwayat Ahmad no.11335)

Kesiangan yang dimaksud adalah ketika tidak sengaja,bila antum sengaja untuk menunda nunda shalat artinya antum melalaikan shalat,
Arti dari melalaikan shalat adalah Seperti orang yang tidak pernah shalat sama sekali, atau mereka yang bolong-bolong shalatnya, atau mereka yang menunda-nunda shalat hingga keluar waktu


فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ (٤
الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ (٥

Allah Subhanhu wa ta'ala berfirman, “Maka wail-lah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (Quran Surah Al-Maun:4-5).
Wail adalah lembah di neraka jahanam yang seandainya gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya, maka akan hancur lembur karena panasnya. Itulah tempatmu kelak jika kamu tidak mau bertaubat.

Bila kita shalat tepat waktu,kita kan dicintai oleh allah Subhanhu wa ta'ala,

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata; Al Walid bin 'Aizar telah mengabarkan kepadaku dia berkata; saya mendengar Abu 'Amru Asy Syaibani berkata; telah mengabarkan kepada kami pemilik rumah ini, sambil menunjuk kerumah Abdullah dia berkata; saya bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Amalan apakah yang paling dicintai Allah? beliau bersabda,

قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوْ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي

"Shalat tepat pada waktunya." Dia bertanya lagi; "Kemudian apa?" beliau menjawab: "Berbakti kepada kedua orang tua." Dia bertanya; "Kemudian apa lagi?" beliau menjawab: "Berjuang di jalan Allah."Dia (Abdullah) telah menceritakan kepadaku semuanya, sekiranya aku menambahkan niscaya dia pun akan menambahkan (amalan) tersebut kepadaku."

(Hadits Riwayat Bukhari no.5513), hadits ini terkait dengan Hadits Riwayat Muslim 120-122, Tirmidzi 155

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda،
وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

"Seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat dalam bersegera menuju shalat, tentulah mereka akan berlomba-lomba. Dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat pada waktu 'atamah (shalat 'Isya) dan Subuh, tentulah mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak, dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang ada pada shaf pertama tentulah mereka akan berlomba meraihnya." (Hadits Riwayat Bukhari no.679)


tlah kedua rakaat itu sampai telah tebitnya matahari.” (HR. At Tirmidzi No. 423) 


Imam At Tirmidzi Rahimahullah berkata:


 وقد روي عن ابن عمر أنه فعله والعمل على هذا عند بعض أهل العلم وبه يقول سفيان الثوري وابن المبارك والشافعي وأحمد وإسحق 


Telah diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa dia melakukannya. Sebagian ulama telah mengamalkan hadits ini dan inilah pendapat Sufyan At Tsauri, Ibnul Mubarak, Asy Syafi’I, Ahmad, dan Ishaq. (Sunan At Tirmidzi, penjelasan hadits No. 423) 


Imam Asy Syaukani bahkan menulis dalam Nailul Authar bukan hanya subuh, qabliyah subuh pun masih bisa dilaksanakan, sebagaimana penjelasan berikut:


 وَقَدْ ثَبَتَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَاهُمَا مَعَ الْفَرِيضَةِ لَمَّا نَامَ عَنْ الْفَجْرِ فِي السَّفَرِ 


“Telah shahih bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengqadha kedua rakaat itu (shalat sunah qabliyah) bersama shalat wajib (subuh) ketika ketiduran saat fajar dalam sebuah perjalanan.” Tentang hadits Imam At Tirmidzi di atas, Imam As Syaukani berkata:


 وَلَيْسَ فِي الْحَدِيثِ مَا يَدُلُّ عَلَى الْمَنْعِ مِنْ فِعْلِهِمَا بَعْد صَلَاةِ الصُّبْحِ 


“Pada hadits ini tidaklah menunjukkan larangan untuk melaksanakan dua rakaat tersebut setelah shalat subuh.” (Nailul Authar, 3/25) 




Penulis : admin,04-01-2021
#subuh #jgnmalas #kesiangansholatsubuh